Jumat, 13 November 2009
Kembali ke Blog
Kangen, disebabkan jarang menyempatkan diri untuk menulis dinisi dan deg-degan, bila dianggap tulisan yang ada di blog tidak bermanfaat dan tak terbaca. Tapi ku berharap. semoga tulisan yang ada di blog ini di baca oleh semua pembaca ditambah komentar dan kritiknya yang sangat diharapkan..
Oleh karena itu, agar terlihat bangkit dan lebih hidup, maka templetnyapun harus diperbaharui...
Banjarmasin, 14 November 2009
Senin, 23 Maret 2009
Hari Panas
Panas sekali hari ini, mungkin Banjarmasin di bulan Maret 2009 sudah memasuki musim panas. Atau posisi Banjarmasin yang sangat strategis, berada ditengah-tengah nusantara, terletak 1140-19’, 13”-1160, 33’ 28” bujur timur dari 1021’49”-4010’.14” lintang selatan dengan luas 37.530 Km2 (dari data 2003 lalu, entah sekarang mungkin telah berubah akibat penebangan liar atau dll) itulah yang menyebabkan panas sekali alias dekat matahari berotasi.
Tapi, panas di Banjarmasin tidak sebanding dengan panasnya di negara Arab. Kata kawan mamaku pada tahun 1993 lalu, kawan satu jamaah ketika beliau naik haji. Namun, rahmat Allah di tanah haram itu sangat banyak, banyak orang yang merasa kepanasan, cuman mama dan abah saja yang merasa adem, tidak dingin atau panas, lanjut cerita mamaku waktu itu. Subhanallah...
Teringat kisah Bilal bin Rabah disaat menjadi budak Umayyah bin Khalaf, beliau disiksa dengan penyiksaan yang paling keras yaitu ditelantangkan di atas padang pasir Makkah lalu diletakkan sebuah batu besar di atas dada beliau agar keimanan kepada Allah luntur. Namun, hal itu tidak berpengaruh sama sekali terhadap Bilal bahkan Bilal semakin kuat keimanannya kepada Allah.
Atau kisah Ammar bin Yasir Radhiyallahu Anhu, budak bani Makhzum yang masuk Islam bersama ibu dan bapaknya. Mereka diseret ke tengah padang pasir yang sangat panas lalu disiksa oleh orang-orang musyrik yang dipimpin Abu Jahal untuk keluar dari agama Muhammad. Tapi, mereka enggan memenuhi permintaan Abu Jahal. Sehingga, Yasir dan istrinya meninggal dunia dalam keadaan syahid. Sedangkan Amar masih hidup dengan menghadapi penyiksaan yang lebih keras dan menyakitkan dari sebelumnya, yaitu sebuah batu panas diletakkan ke atas dadanya dan sebagian tubuh yang lain dibenamkan di dalam pasir yang sangat panas. Akhirnya dengan terpaksa Amar memenuhi permintaan Abu Jahal dengan mencaci maki Muhammad, dan mengatakan hal-hal yang baik tentang lata dan uzza untuk membebaskan diri dari penyiksaan. Setelah itu, Amar menemui Nabi Shallallahu Alaihi Wassallam sambil menangis dan meminta ampun. Dan turunlah ayat tentang dirinya ”Barang siapa yang kafir kepada Allah sesudah dia beriman (dia mendapat kemuarkaan Allah), kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa).” (An-Nahl: 103)
Kembali ke Banjarmasin dan masih dalam keadaan panas sekali, seorang perempuan berjalan menuju jalan raya meninggalkan kampus hijau untuk pulang ke rumahnya. Langkah perempuan itu terlihat malu-malu dan tersenyum. Entah siapa yang disenyuminya, aku tidak sempat memperhatikan. Tas ransel yang berada dipundaknya terlihat berisi. Sehingga membongkokkan tubuhnya yang sudah kecil.
Nama perempuan itu adalah Ika Salawiska. Biasanya nama itu disingkatnya menjadi Ika ’s. Nama Ika’s itulah menjadi pro dan kontra dalam penyebutan. Dimasa SMU dulu, teman-temannya sering memanggilnya Ikas, dengan menghilangkan spasi antara huruf a dai selain itu koma diatas huruf S sebelah kiri, sehingga menjadi Ikas, yang kalau di balik menjadi kata saki (maaf). Kata saki dalam bahasa banjar mengandung konotasi sangat jelek, yaitu hubungan sex. Tapi, setelah lulus dari SMU tersebut nama itu lenyap, hanya beberapa orang saja yang masih ingat.
Mahasiswi semester akhir Ekonomi Islam IAIN Antasari Banjarmasin ini berjalan sambil tersenyum dihari panas sekali bukan diserang oleh penyakit miring sebelah, bukan, sama sekali bukan. Tapi, lagi di serang oleh rasa kegirangan. Karena beberapa menit lalu, seorang akhi telah memberikan sebuah buku wajib penelitian kepadanya sebagai hadiah. Buku yang berisikan audit risiko pada perbankan. Baginya buku itu adalah reference utama penelitiannya. Jazakallah Khair Akhi..
Banjarmasin, 16 Maret 2009
Konsep Produksi Dalam Ekonomi Islam
Dr. Muhammad Rawwas Qalahji mendefinisikan produksi dengan “mewujudkan atau mengadakan sesuatu” atau “pelayanan jasa yang jelas dengan menuntut adanya bantuan penggabungan unsur-unsur produksi yang terbingkai dalam waktu yang terbatas. Dalam hadist disebutkan bahwa Nabi SAW telah membuat cincin (HR. Bukhari). Beliau juga pernah membuat mimbar. Dari Sahal berkata: Rasulullah SAW telah mengutus kepada seorang wanita, (kata beliau):’Perintahkan anakmu si tukang kayu itu untuk membuatkan sandaran tempat dudukku sehingga aku bisa duduk di atasnya. Pada masa itu juga orang orang biasa memprodusi barang, dan beliau pun mendiamkan aktifitas mereka. Sehingga diamnya beliau menunjukkan adanya pengakuan (taqrir) beliau terhadap aktifitas berproduksi mereka.
Jika kita cermati saat ini pemahaman konsep produksi lebih banyak bersifat materialis dan diarahkan pada pencapaian sesuatu yang hanya diukur oleh nilai-nilai yang terkadang menjadikan kita mengalami ketergantungan untuk mengejar material-material yang dihasilkan dari produksi tersebut. Dalam tataran mikro dapat kita lihat banyak keluarga yang mengisi aktifitas kesehariannya dengan dengan pengadaan barang-barang material dan mengabaikan nilai spiritualitas. Dalam tataran makro misalnya kita ambil negara Jepang dimana tingkat produksinya telah sangat tinggi akan tetapi disisi lain Jepang mengalami krisdis nilai spiritualitas sehingga meningkatnya tingkat stres yang melanda penduduk yang pada akhirnya ikut mendorong tingkat bunuh diri yang terjadi.
Dalam Islam wilayah produksi tidaklah sesempit seperti apa yang dipegang oleh kalangan konvensional yang hanya sekedar mengejar orientasi jangka pendek dengan materi sebagai acuannya dan memberikan peniadaan pada aspek produksi yang mempunyai orientasi jangka panjang. Sebagai contoh konsep memaksimumkan keuntungan dan meminimumkan biaya yang pada dasarnya tidak melihat realita ekonomi yang prakteknya berdasarkan pada kecukupan akan kebutuhan dan market imperfection.
Adapun aspek produksi yang berorientasi pada jangka panjang adalah sebuah paradigma berfikir yang didasarkan pada ajaran Islam yang melihat bahwa proses produksi dapat menjangkau makna yang lebih luas, tidak hanya pencapaian aspek yang bersifat materi-keduniaan tetapi sampai menembus batas cakrawala yang bersifat ruhani-keakheratan.
Kesalehan Dan Produksi
Dr. Monzer Kahf dalam bukunya yang berjudul The Islamic Economy Analytical of The Functioning of The Islamic Economic System menyebutkan bahwa tingkat kesalehan seseorang mempunyai korelasi positif terhadap tingkat produksi yang dilakukannya. Semakin saleh seseorang semakin tinggi nilai produktifitasnya, begitu pula sebaliknya.
Selama ini terbangun kesan bahwa kesalehan merupakan hambatan bagi proses produksi. Orang saleh digambarkan sebagai ossok yang malas yang waktunya hanya dihabiskan untuk beribadah dan jarang menghiraukan aktifitas ekonomi. Pola pikir negatif ini perlu diluruskan. Pelurusan pemikiran tersebut akan membawa hasil jika diacukan pada nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran islam, baik yang termaktub dalam al_Qur’an dan as-Sunnah.
Sumber : Kuliah Informal Pemikiran Ekonomi Islam dalam milis FoSSEI
Senin, 29 Desember 2008
Konsep Sumber Daya Alam Dalam Ekonomi Islam
Ilmu ekonomi Islam mempunyai perbedaan sudut pandang dalam mencermati sumberdaya alam ini. Ilmu ekonomi Islam memandang bahwa permasalahan ekonomi bukanlah terletak pada keterbatasan sumber daya alam tetapi lebih disebabkan oleh ketidakmampuan manusia mengolah sumber daya alam itu sendiri dan keserakahan manusia. Hal ini didasarkan pada keyakinan bahwa Allah telah mencukupkan kebutuhan manusia untuk hidup di bumi ini sebagaimana firman Allah dalam surat berikut ini.
Dialah yang menjadikan bumi ini mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebagian rizki-Nya dan hanya kepada-Nyalah kamu (lembali setelah) dibangkitkan. (Al Mulk : 15)
Dan masih banyak lagi ayat ayat yang menerangkan betapa Allah telah mencurahkan begitu banyak nukmatnya untuk mencukupi kebutuhan manusia.
Permasalahan ekonomi yang disebabkan oleh ketidakmampuan manusia dalam mengolah sumber daya alam dan potensi yang dimilikinya telah dibuktikan saat ini. Beberapa tahun yang lalu ahli ekonomi klasik menghawatirkan kelangkaan makanan akibat pertumbuhan penduduk jauh lebih cepat dari pertumbuhan persediaan makanan. Tetapi saat ini kekhawatiran tersebut tidak terbukti dengan adanya pemanfaatan teknologi canggih baik berupa penemuan bibit unggul, bioteknologi, ataupun metode metode pertanian modern lainnya. Negara-negara maju yang sebagian besar daerahnya diperuntukkan bagi industri ternyata mampu mencukupi kebutuhan makanan penduduk mereka bahkan sebagian mampu mengekspor kelebihan produksi bahan makanan ke negara-negara lain. Disisi lain kita melihat di negara-negara yang belum mampu menguasai teknologi pertanian yang canggih kebutuhan akan makanan masih harus mengimpor dari negara lain meskipun sumber daya alam di negara tersebut tersedia melimpah.
Keserakahan manusia juga merupakan penyebab utama timbulnya permasalahan ekonomi. Eksploitasi sumber daya alam besar-besaran tanpa memperhatikan carrying capacity dan kelangsungan sumber daya alam tersebut menyebabkan menurunnya ketersediaan dimasa depan atau mengeksploitasi sumber daya alam secara merusak yang pada akhirnya dirasakan oleh mereka sendiri sebagaimana difirmankan oleh Allah dalam surat Ar Ruum ayat 41
Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada merekasebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)
Sudah saatnya bagi kita untuk mengevaluasi diri kita sendiri akan penyebab timbulnya berbagai permasalahan-permasalahan ekonomi dan berhenti menyalahkan Allah atas segala musibah yang menimpa kita. Allah berfirman dalam surat An Najm ayat 39
Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya.
sumber : Kuliah Informal Ekonomi Islam UIN Syarif Hidayatullah dalam milis FoSSEI
Minggu, 12 Oktober 2008
Gondrong
Gondrong, itulah saya menyebutnya. Seorang laki2 berkulit putih(tapi, kalo ke negeri Cina termasuk hitam pang), kelahiran Banjarmasin, 15 February 1981, memiliki tinggi kurang lebih 172 cm, berat bandan 50 Kg, anak kelima dari enam bersaudara, hobby makan dan otak-atik komputer selain itu suka nyuruh2 dan nanya2. padahal bendanya ada didepan mata. Dia adalah Mahasiswa Stia Bina Banua dan Panca Stia (Mungkin ini salah dalam hal penulisan) kalimantan Selatan, ikut organisasi `pancasila'. Buyar.. itulah kalimat yang keluar dari bibirnya yang berwarna pink ke putih2an, ketika pradeksinya lepas dari fikirannya. Karena rambutnya itu Gondrong dan berwarna kemerah2an, ikal gantung dan bau shampho Reju.. saya sering menyebutnya si Drong..
Walaupun gitu, dia adalah salah satu orang yang membidik diri ini dalam berbagai hal, termasuk argumentsinya dan wa2san yang ia peroleh selama hidup di padang komunitas Cina dan saya sangat menghormati itu. Wataknya yang keras dan suka ngetok2 pintu kamar walaupun tengah malam untuk minta kerjakan tugas Akuntansi.
Sebentar lagi umurnya bertambah, mudah2an drong, pian lakas dan makin kuat ibadahnya..
Nettar, 11 February 2008
Lubna Rayyan
Virus itu...
Virus yang bernama Funny UST scandal.avi telah besemanyam di komputerqu, yang memakan dan mendelete file2 kesayangan termasuk file tugas keredaksian. Padahal tugas itu sudah ditagih oleh sang penglayout. Salahsatu file yang masih diharapkan adalah file itu... yang berada di Lubna Rayyan. Lubna Rayyan adalah sebuah kost sederhana yang berada di jalan Gatsu Banjarmasin (mungkin para pembaca udah tau arti dari Lubra Rayyan). Ternyata, disana terdapat wanita2 perkasa yang salah satu wanita tersebut Q di beri julukan sebagai `Arsitek Peradaban`. Selang kesana, ga2ng pintu masuk telah rusak dan wanita itulah memperbaikinya. Hebatkan.. wani..ta perkasa..!!
Dengan seijin sang empu, q minta file2 yang semuanya belum teredit itu untuk dimasukkan ke dalam flashdisk. Q buka berlahan2 file yang ada di komputer dan q temukan sebuah file yang menarik perasaan untuk membukanya. Ternyata yang isinya...
BU..., CERITAKAN
AKU TENTANG LELAKI SEJATI...
dari Indrianti
Seorang remaja pria bertanya kepada ibunya: Ibu, ceritakan
padaku tentang lelaki sejati...
Sang Ibu tersenyum dan menjawab... Lelaki Sejati bukanlah
dilihat dari bahunya yang kekar, tetapi dari kasih sayangnya pada orang
disekitarnya....
Lelaki sejati bukanlah dilihat dari suaranya yang
lantang, tetapi dari kelembutannya mengatakan kebenaran.....
Lelaki sejati bukanlah dilihat dari jumlah sahabat di
sekitarnya, tetapi dari sikap bersahabatnya pada generasi muda bangsa ...
Lelaki sejati bukanlah dilihat dari bagaimana dia di
hormati ditempat bekerja, tetapi bagaimana dia dihormati didalam rumah...
Lelaki sejati bukanlah dilihat dari
kerasnya pukulan, tetapi dari sikap bijaknya memahami persoalan...
Lelaki
sejati bukanlah dilihat dari dadanya yang bidang, tetapi dari hati yang ada
dibalik itu...
Lelaki
sejati bukanlah dilihat dari banyaknya akhwat yang memuja, tetapi komitmennya
terhadap akhwat yang dicintainya...
Lelaki
sejati bukanlah dilihat dari jumlah barbel yang dibebankan, tetapi dari
tabahnya dia mengahdapi lika-liku kehidupan...
Lelaki
Sejati bukanlah dilihat dari kerasnya membaca Al-Quran, tetapi dari
konsistennya dia menjalankan apa yang ia baca...
....setelah itu, ia kembali bertanya...
" Siapakah yang dapat memenuhi kriteria seperti itu,
Ibu ?"
Sang Ibu memberinya buku dan berkata.... "Pelajari
tenteng dia..." ia pun mengambil buku itu
"MUHAMMAD", judul buku yang tertulis di buku
itu
Thanks.. shahib atas bantuannya
----- Jazakillah----
Sabtu, 02 February 2008
Bertambah Usia
Bertambahnya usia, hal itu sudah menjadi lumrah
dalam kancah roda kehidupan. Namun, Q tidak terlalu bangga dengan bertambahnya
usia, biasa2 saja, tapi menerima penuh rasa syukur. Soalnya, secara transfaransi
nilai umur bertambah, tapi pada substansinya berkurang. Q hanya berpikir dan
membayangkan, kebaikan apa yang sudah Q lakakukan selama ini dan
memperbandingkan dengan dosa yang telah Q perbuat. Padahal hidup di dunia
hanyalah satu kali, dan cuman untuk satu kali. Dunia adalah lahan untuk
menggarap, yang prosesnya memakan keletihan, kejenuhan, pilihan, sedih, tawa,
canda, serius, kebersamaan namun ada juga kesendirian dan hasilnya untuk akhirat
kelak. Tidak ada kesia2an dari apa yang Qt perbuat, karena Allah Swt. telah
berfirman ”Barangsiapa berbuat kebaikan seberat benda yang terkecilpun, niscaya
ia akan melihatnya. Dan barangsiapa berbuat keburukan seberat benda yang
terkecil pun, niscaya ia akan melihatnya” (Qs. Al-Zalzalah; 7-8) yang tentunya
diawali dengan niat ”sesungguhnya amal perbuatan itu disertai niat dan setiap
orang mendapat balasan amal sesuai dengan niatnya.” (HR. Al-Bukhari:
petikan dari hadits Arba’in An-Nawawi)
Bertambahnya usia, tidak memiliki arti apa2, jika
perubahan positif ke arah yang lebih baik dalam diri tidak terjadi. Karena usia
tidak memiliki nilai tambah, tidak seperti halnya dengan perhitungan matematika
ilmu perbankan yang selama ini Q pelajari. Selain itu, bertambahnya usia tidak
memiliki arti apa2, jika tidak disertai dengan bertambahnya kualitas diri.
Bertambahnya usia, tidak menjamin se2orang bersikap
dewasa. Karena kedewasaan tidak dapat diukur dengan tampang wajah atau bentuk
tubuh. Akan tetapi, hanya dapat diukur dengan cara berpikir ketika ia dapat
menyelesaikan masalah atau berpikir untuk masa depan... Wallahu’alam bis shawab
P. Panjang, 29 January 2008
14: 03 WIT