Telah
Lama sendiri
Dalam
Langkah sepi
Tak pernahku kira
Bahwa akhirnya
Tiada dirimu
Disisiku
Meski waktu datang dan berlalu sampai kau tiada bertahan
Semua takkan mampu mengubahku
Hanya lah kau yang ada direlungku
Hanya lah dirimu
Mampu mambuataku jatuh dan mencinta
Kau bukan hanya sekadar indah
Kau tak terganti
Tak pernah ku duga
Bahwa akhirnya
Terbuka janjimu dan janjiku (marcell: takkan terganti)
Sengaja hari ini pulang dari markaz lebih awal dibanding hari-hari sebelumnya. Karena kondisi tubuh tidak memungkinkan dan kondisi fikiran yang sangat bertumpuk, yang akhirnya membawa kepada penyakit lama, yakni kemelankolisan dosis tinggi. Pengennya mendengarkan musik yang sedih-sedih dan meneteskan air mata seperti lagu marcell diatas. Serta sukanya mendengarkan murutal Misyiri Rasyid, terutama surat ke 29, yakni al ankabut. Selain itu, suka sendiri dalam kesepian.. dan membaca buku berbau melo, misalnya buku habiburraman al shirazy dengan judul ’Bumi Allah’.
Dalam muqaddimahnya, surat al ankabut menceritakan Kisah-kisah cobaan yang dialami oleh Nabi Nuh a.s., Nabi Ibrahim a.s., Nabi Luth a.s., Nabi Syu'aib a.s., Nabi Shaleh a.s., Nabi Musa a.s. Alquran menjelaskan bahwa cobaan itu perlu untuk menguji keimanan seseorang, usaha manusia itu manfaatnya untuk dirinya sendiri bukan untuk Allah. Perlawanan terhadap kebenaran pasti hancur.
Mengenai hal tersebut, aku jadi teringat perkataan seorang ustadz asal lulusan mesir. Beliau mengatakan bahwa cobaan itu, apabila kita berhasil melewatinya maka ia tidak akan kembali lagi. Perkataan itu beliau ucapkan sambil tersenyum. Allah tidak akan mengulang kembali cobaan tersebut apabila kita telah berhasil melewatinya, namun yang akan datang berikutnya adalah cobaan lain yang lebih berat, lanjut sang ustadz. Akupun tersenyum mendengar penjelasan sang ustazd. Yang pasti selama hidup di dunia pana ini, cobaan itu pasti ada dan silih berganti. Tinggal bagaimana sikap kita menghadapinya saja. Apakah kita sabar, selalu ingat kepada Allah dan istiqamah atau sebaliknya. Untuk menyikapi itu Rasulullah memerintahkan kita untuk berdoa kepada Allah. Karena doa adalah senjatanya orang mukmin dan lewat cobaan-Nya tersebut, derajat kita di sisi Allah akan tinggi..
Unek-unek isi kepala, yang sebenarnya tak nyambung
Kamar, senin (19/4/10)
Senin, 19 April 2010
Minggu, 31 Januari 2010
Gepeng

Lama tak posting, satu bulan sudah terlewatkan untuk tidak menulis di blog ini, tapi setidaknya tetap harus nulis...
Pagi tadi, senin (01/02) ku melihat peristiwa yang sama beberapa waktu lalu, yakni melihat gepeng yang tak berdaya karena kekurangan fisik. Membawa sebuah bakul lalu di pakunya erat-erat. Matanya memejam sambil tangan kanannya memegang ke arah pintu angkot jurusan landasan Ulin. Terlihatlah tubuh kotor nan lansing itu. Diperjalanan, dia hanyalah diam dan tak satupun yang menghiraukan..
Beberapa waktu lalu, di tahun 2009, aku juga melihat beberapa gepeng yang tidak sempurna penglihatannya. Namun, yang paling membuatku terkesima, beliau mempunyai satu orang anak dan istri yang berpropesi sama dengan beliau. Beliau berkata 'tidak enak jadi gepeng, dikejar-kejar oleh satpol PP terus, pernah ketangkap dan hanya cuman di berikan wadai, tapi apa mau di kata, kami ini orang cacat, kerja sulit, seharusnya pemerintah menopang kami'
Ku tertarik apa yang dikatakan beliau, 'cuman di beri wadai' padahal kalaunya gepeng--gepeng tersebut di beri ilmu atau pelatihan keterampilan yang menghasilkan karya atau dapat menghasilkan usaha berbentuk UKM, sungguh sangat luar biasam diambah ilmu keimanan bahwa memberi lebih baik dari daripada meminta agar jiwa kegepengannya pudar..
Rabu, 09 Desember 2009
Yang Penting Menulis, Apapun Tulisan Itu
Beberapa hari ini, milis yang berada di email pribadi sedang hangat-hangatnya membahas semangat menulis. "Yang penting menulis, apapun tulisan itu. Ayo tulis, tulis, tulis, lupakan rasa kegundahan yang menghambat untuk menulis. Anggap menulis adalah suatu curahan hati yang memiliki nilai rasa tinggi"
Itulah substansi dari isi milis tersebut yang juga di komentari dari berbagai pihak.
Mudah-mudahan dengan kometmen ini, saya selalu menulis, yang selain salah satu dari pekerjaan, tapi juga, menjadi sebuah kebutuhan, dimanapun, kapanpun berada.. Walaupun hanya sebuah GORESAN BIASA.. yang akan menghasilkan karya luar biasa (pengennya), semoga..
Markaz, 10 Desember 2009
Itulah substansi dari isi milis tersebut yang juga di komentari dari berbagai pihak.
Mudah-mudahan dengan kometmen ini, saya selalu menulis, yang selain salah satu dari pekerjaan, tapi juga, menjadi sebuah kebutuhan, dimanapun, kapanpun berada.. Walaupun hanya sebuah GORESAN BIASA.. yang akan menghasilkan karya luar biasa (pengennya), semoga..
Markaz, 10 Desember 2009
Rabu, 18 November 2009
Banjir Lagi...
Hujan mengguyur Kalimantan selatan, rabu (18/11) dari pukul 4 pagi sampai 17.00 sore. Akibatnya air hujan yang turun menggenangi kawasan berstuktur rendah. Salah atunya di IAIN, setelah hujan reda sekitar pukul 17.30 wita banjir melanda jalan kampus ini. Bahkan yang lebih parahnya lagi air menggenangi kost-kostan putri hingga terkumpul 3 dan 4 ember air hujan.
Menurut salah seorang kos-kosan lubna rayyan, air hujan sempat menyerembet kamar, namun, katanya, daerah yang lebih parah adalah daerah dapur yang kini tergenang air hujan.
Sementara itu dari kos-kosan mujahidah house (MH), ketika di datangi oleh penulis, beberapa penghuninya telah membersihkan kamar yang tergenang air hujan yang terkumpul 3 sampai 4 ember. Kata beberapa penghuni kos-kosan tersebut, hujan tahun ini sangat deras dan lebih lebat. Disamping itu, banjir pun sangat parah. Apalagi ditambah saluran airnya tidak berfungsi.
Beralih ke kos-kosan putra, di jalan pala yakni kos RTM (rumah tarbiyah Mahasiswa), salah seorang penghuninya mengatakan bahwa kos-kosannya tidak kebanjiran, cuman yang kebanjiran adalah jalannya, .
Di kawasan IAIN sendiri, banjir telah melanda jalan perbatasan antara fakultas tarbiyah local KI dengan mesjid kampus, sehingga para mahasiswanya yang melintasi jalan harus sing-sing celana dan rok bagi mahasiswinya. Selain dikawasan tersebut, banjir juga menggenangi tempat parkiran tarbiyah menuju gerbang IAIN, akan tatapi kedalaman banjir yang terparah terletak di lokasi jalan kemiri simpang tiga, samping asrama putra murakata rantau dengan kedalam diatas lutut kaki penulis, he.
Memang banjir kali ini, banjir yang terparah di IAIN ketika penulis masih masih berstatus mahasiswa di sana..
Pematang Panjang, 19 November 2009



Menurut salah seorang kos-kosan lubna rayyan, air hujan sempat menyerembet kamar, namun, katanya, daerah yang lebih parah adalah daerah dapur yang kini tergenang air hujan.
Sementara itu dari kos-kosan mujahidah house (MH), ketika di datangi oleh penulis, beberapa penghuninya telah membersihkan kamar yang tergenang air hujan yang terkumpul 3 sampai 4 ember. Kata beberapa penghuni kos-kosan tersebut, hujan tahun ini sangat deras dan lebih lebat. Disamping itu, banjir pun sangat parah. Apalagi ditambah saluran airnya tidak berfungsi.
Beralih ke kos-kosan putra, di jalan pala yakni kos RTM (rumah tarbiyah Mahasiswa), salah seorang penghuninya mengatakan bahwa kos-kosannya tidak kebanjiran, cuman yang kebanjiran adalah jalannya, .
Di kawasan IAIN sendiri, banjir telah melanda jalan perbatasan antara fakultas tarbiyah local KI dengan mesjid kampus, sehingga para mahasiswanya yang melintasi jalan harus sing-sing celana dan rok bagi mahasiswinya. Selain dikawasan tersebut, banjir juga menggenangi tempat parkiran tarbiyah menuju gerbang IAIN, akan tatapi kedalaman banjir yang terparah terletak di lokasi jalan kemiri simpang tiga, samping asrama putra murakata rantau dengan kedalam diatas lutut kaki penulis, he.
Memang banjir kali ini, banjir yang terparah di IAIN ketika penulis masih masih berstatus mahasiswa di sana..
Pematang Panjang, 19 November 2009

Pahlawan Tak Disadari

Setiaporang adalah palawan. Pahlawan bagi dirinya sendiri, orang banyak, bangsa dan agama. Sama halnya dengan petugas pembersh jalan ini. Setiap hari beliau membersihkan jalan agar telihat dengan rapi dan bersih.
Harian Barito Post 14 Oktober telah menginformasikan, rencana Dinas Kebersihan dan Pertamanan kota Banjarmasin untuk menganggarkan pembelian alat pengisap debu bakal tersendat. Hal itu di karenakan, para anggota dewan kurang respond dan akan mempertimbangkan kembali pembelian alat tersebut. Apalagi kinerja alat tersebut belum maksimal bila dibandingkan dengan tenaga manusia. Menurut Awan Subarkah, dalam penyediaan asset tentunya dilihat dari segi anggaran dan manfaat serta ketahanan barang, apalagi tanpa alat mendingan manfaatnya tenaga manusia.Barito Post, (14/10)
Perempuan Seksi dan Lelaki Ternganga
Ketika menuju Markaz Dakwah di Jl A Yani Km 5700, seorang peremuan cantik nan seksi tersenyum kepadaku di pinggir jalan, depan komplek Banjar Indah, kamis (12/11). Di lihat dari gerak-geriknya seperti sedang menunggu seseorang. Kulihat para lelaki bermata srigala, melototi bahkan ternganga memandang perempuan itu. Ada yang senyum-senyum dan ada pula yang bersuit-suit.
Di lain waktu, ketika di perjalanan menuju ke BMI (Bank Muamalat Indonesia) tepatnya di persimpangan jalan Gatot Sobroto Banjarmasin, rabu (11/11) tiga orang perempuan cantik, putih dan seksi nian sedang berjalan kaki bersama menuju ke suatu tempat. Mereka memamerkan kecantikan dan keseksian di tempat umum tepat lampu lintas berwarna merah. Sehingga, para lelaki (pada waktu itu) melotot dan ternganga juga, bahkan tersenyum sendiri dan berkata “waww”.
Banjarmasin, 17 November 2009
Di lain waktu, ketika di perjalanan menuju ke BMI (Bank Muamalat Indonesia) tepatnya di persimpangan jalan Gatot Sobroto Banjarmasin, rabu (11/11) tiga orang perempuan cantik, putih dan seksi nian sedang berjalan kaki bersama menuju ke suatu tempat. Mereka memamerkan kecantikan dan keseksian di tempat umum tepat lampu lintas berwarna merah. Sehingga, para lelaki (pada waktu itu) melotot dan ternganga juga, bahkan tersenyum sendiri dan berkata “waww”.
Banjarmasin, 17 November 2009
Senin, 16 November 2009
Dua Desa di Gambut Diamuk Puting Beliung
MARTAPURA, SELASA - Puting beliung kembali melanda Banjar, Senin (16/11). Sebanyak 27 rumah di Desa Malintang Baru dan Desa Kayu Bawang mengalami kerusakan. Untungnya tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 15.00 Wita. Kerusakan lebih parah terjadi di Desa Malintang Baru, yakni 16 rumah rusak. Sedangkan di Desa Kayu Bawang 11 rumah yang rusak.
Selain bangunan rumah, puting beliung disertai hujan deras mengakibatkan sejumlah pohon berukuran besar di tepi Jalan Gubernur Soebarjo tumbang dan sempat mengganggu arus lalu lintas.
Menurut Pembakal Kayu Bawang, Ismed, kerusakan paling banyak terjadi di RT 4, yakni delapan rumah. Di RT ini juga terjadi gangguan listrik karena banyak kabel ada yang putus. "Bahkan hingga malam sebagian RT 4 masih gelap karena kerusakan listrik belum bisa diperbaiki," kata Ismed.
Untuk sementara, sebagian warga yang rumahnya mengalami kerusakan parah dipinjami terpal atau tenda inventaris desa. "Tapi sebagian besar meginap di rumah keluarganya masing-masing," katanya.
Setelah hujan reda, warga bergotong royong memperbaiki rumah yang mengalami rusak ringan. "Selain bergotong royong memperbaiki rumah, kami juga harus kerja keras memotong pohon-pohon yang tumbang. Sebab arus lalu lintas jadi terganggu," kata Ismed.
Pada 2008 lalu kejadian serupa juga pernah terjadi di dua desa itu. Kala itu sebanyak 19 rumah mengalami kerusakan.
"Sementara sudah kita tangani. Untuk bantuan secara lisan sudah kami sampaikan ke Dinas Sosial Banjar. Kemungkinan besok (hari ini, Red) akan didistribusikan kepada para korban," ujar Camat Gambut Abdul Razak. (ofy)
Sumber: Banjarmasin post
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 15.00 Wita. Kerusakan lebih parah terjadi di Desa Malintang Baru, yakni 16 rumah rusak. Sedangkan di Desa Kayu Bawang 11 rumah yang rusak.
Selain bangunan rumah, puting beliung disertai hujan deras mengakibatkan sejumlah pohon berukuran besar di tepi Jalan Gubernur Soebarjo tumbang dan sempat mengganggu arus lalu lintas.
Menurut Pembakal Kayu Bawang, Ismed, kerusakan paling banyak terjadi di RT 4, yakni delapan rumah. Di RT ini juga terjadi gangguan listrik karena banyak kabel ada yang putus. "Bahkan hingga malam sebagian RT 4 masih gelap karena kerusakan listrik belum bisa diperbaiki," kata Ismed.
Untuk sementara, sebagian warga yang rumahnya mengalami kerusakan parah dipinjami terpal atau tenda inventaris desa. "Tapi sebagian besar meginap di rumah keluarganya masing-masing," katanya.
Setelah hujan reda, warga bergotong royong memperbaiki rumah yang mengalami rusak ringan. "Selain bergotong royong memperbaiki rumah, kami juga harus kerja keras memotong pohon-pohon yang tumbang. Sebab arus lalu lintas jadi terganggu," kata Ismed.
Pada 2008 lalu kejadian serupa juga pernah terjadi di dua desa itu. Kala itu sebanyak 19 rumah mengalami kerusakan.
"Sementara sudah kita tangani. Untuk bantuan secara lisan sudah kami sampaikan ke Dinas Sosial Banjar. Kemungkinan besok (hari ini, Red) akan didistribusikan kepada para korban," ujar Camat Gambut Abdul Razak. (ofy)
Sumber: Banjarmasin post
Langganan:
Postingan (Atom)