Minggu, 27 Maret 2011

Mengingatmu, Mengenangmu

1 komentar
Ini adalah tulisan pak Herry Nurdi, mantan wartawan majalah sabili yang di tulis pada 01 Oktober 2010 lalu. Dan beliau adalah salah seorang penulis yang saya kagumi. Membaca tulisan ini, air mata saya menjadi tak terkontrol, walau dibaca berulang-ulang kalinya. Semoga tulisan pak Herry ini menjadi pelajaran bagi kita semua, walaupun setelah membacanya hanya bisa mengeluarkan air mata, setidaknya keluarnya air mata itu merupakan pelembut hati yang mujarab.

Tahukah kau
Semalam tadi aku menangis
Mengingatmu mengenangmu
Menangis Semalam, Audy)


Sengaja saya mengutip penggalan bait dari lagu Audy yang berjudul Menangis Semalam. Lagunya sebenarnya tentang cinta, dan saya sebenarnya tidak pernah menikmati lagu-lagu seperti ini. Hanya sepintas saja, ketika mendengarnya di siaran televisi, atau radio ketika berkendara menembus kemacetan Jakarta.
Tapi semalam, tiba-tiba lagu ini muncul dalam otak saya, mengalun seperti menjadi soundtrack ketika saya membaca sebuah artikel dalam sebuah buku. Lagu ini muncul tidak secara utuh, hanya bagian di atas saja.

Tahukah kau
Semalam tadi aku menangis
Mengingatmu mengenangmu


Lalu saya mengangkat tangan dan berdoa, untuk seorang sahabat yang sangat saya rindukan, tapi dalam waktu dekat, mustahil untuk bertemu. Entah kapan, saya berdoa pada Allah untuk dipertemukan dengannya, di tempat yang sangat mulia dan dalam kondisi yang sangat bercahaya.
Buku yang saya baca berkisah tentang seorang anak muda, yang sedang menunggu adzan Subuh di Masjidil Haram. Dia membaca al Qur’an setelah menunaikan shalat malam. Lalu tibalah adzan Subuh berkumandang. Diletakkannya al Quran dan dia maju mengisi shaff kosong untuk mendirikan shalat qabliyah Subuh yang menurut Rasulullah saw, berbobot lebih berat dibanding dunia dan seisinya. Rasulullah begitu mengistimewakan shalat dua rakaat sebelum Subuh ini. Dari Aisyah, beliau mengatakan mengatakan, ”Tidak pernah Rasulullah saw sangat mewanti-wanti (sangat perhatian) atas sesuatu yang sunat melebihi pada dua rakaat qabla subuh." Sahih Al-Bukhari, I : 393, Sahih Muslim, I : 501
Bahkan, Rasulullah sendiri pernah mengatakan, dari Ibnu Sailan dari Abu Hurairah bahwasannya Rasulullah saw. telah bersabda, ”Janganlah kalian meninggalkan dua rakaat qabla Subuh walaupun seekor kuda mencampakkan kalian". Musnad Ahmad, II : 405, Sunan Abu Daud, II : 20, Sunan Al-Baihaqi Al-Kubra, II : 470 dan Malik
Kembali pada kisah awal, sang pemuda lalu mendirikan shalat dua rakaat sebelum iqamat. Meski shalat ini dilaksanakan dengan ringan, tapi penuh kekhusyu’an. Usai mendirikan shalat, sang pemuda menunggu iqamat. Dan ketika pemuda ini berdiri untuk mencari shaff yang perlu diisi setelah iqamat dikumandangkan, tiba-tiba dia terjatuh lunglai, lemas tak bertenaga. Jamaah shalat Subuh segera menolongnya, melarikan sang pemuda ke rumah sakit yang tersedia.
Rupanya, sang pemuda mengalami penyumbatan pembuluh darah ke jantung. Fajar itu, ruangan unit gawat darurat sibuk mengambil langkah penyelamatan. Seorang perawat diminta untuk mendampingi sang pemuda, sementara dokter jaga dan spesialis jantung menyiapkan operasi yang mungkin harus diputuskan segera. Tapi tiba-tiba sang pemuda, meminta perawat yang di dekatnya, untuk lebih mendekat lagi. Dibisikkannya sebuah kalimat, lalu sang pemuda memiringkan badannya ke sebelah kanan, pelahan mengucapkan kalimat, “Asyhadu allaa ilaaha illallaah, Waasyhadu anna Muhammadan rasuulullaah. Hanya Engkau Tuhan yang patut disembah, dan sungguh aku bersaksi bahwa Muhammad hádala Rasul-Mu yang mulia.”
Begitu saja, lalu sang pemuda menutup mata, napas terakhirnya usai sebelum dokter melakukan apa-apa. Sang perawat bergetar, lututnya tak mampu menahan berat tubuhnya. Ia jatuh terkulai di tepi ranjang. Para dokter sibuk menanyai, tapi tak sepatah kata mampu keluar dari lisannya. Setelah semua tenang, baru sang perawat bisa bercerita, kalimat apa yang dibisikan oleh sang pemuda.
Pada perawat sang pemuda berkata, “Katakan pada dokter, tak perlu susah, ajalku sudah tiba. Dari sini aku bisa melihat tempatku di surga.” Itulah kalimat sebelum dia berbalik kanan dan mengucapkan syahadat dengan tarifan napas terakhir. Kalimat itulah yang membuat lututnya bergetar hebat dan tak bertenaga.

Tahukah kau
Semalam tadi aku menangis
Mengingatmu mengenangmu


Lalu bait lagu itu muncul di dalam otak saya. Mengenang seorang sahabat, yang nyaris sama perjalanan akhir hidupnya. Namanya Dichiya Zoraya, panggilannya Dicky, usianya beberapa tahun di bawah saya. Dia memanggil saya Mas Herry, dan saya memanggilnya adik. Kami bertemu pertama kali dalam sebuah perjalanan umrah di tahun 2002. Dan sejak itu, kami sangat akrab, disatukan oleh banyak kesamaan dan perbedaan.
Salah satu kesamaan kami adalah wisata kuliner, terutama masakan Timur Tengah. Kami menjelajah berbagai rumah makan Timur Tengah yang ada di Jakarta, mulai dari kelas tenda biru, sampai rumah makan mewah. Kesamaan lain, di suka membaca dan belajar. Kami sering bertukar hasil bacaan dan berdiskusi tentang banyak hal. Kesamaan yang lain lagi, kami berdua sangat senang bertemu orang. Dia juga suka menulis. Terakhir Dicky bekerja sebagai salah satu editor penerbit ternama di Jakarta.
Saya membawanya ke dunia baru yang belum dalam dikenalnya. Saya mendorongnya untuk kenal dengan pengajian. Mempromosikan namanya pada sang calon murabbi. Bahkan saya pernah mengajaknya silaturahim ke dalam penjara, menjenguk Ustadz Abu Bakar Ba’asyir di Rumah Tahanan Salemba pada tahun itu. Dia memperkenalkan saya pada dunia yang juga baru. Pada teman-temannya yang gaul pada periode sebelumnya. Pada bahasa-bahasa yang tak pernah saya pahami sebelumnya. Dan dia berniat mewujudkan satu halaqah di kampusnya yang menurutnya sangat borju dan sekuler itu.
Dicky berhasil memprovokasi dan mengumpulkan teman-teman untuk ngaji bersama. Lumayan banyak untuk pertemuan pertama, 15 orang berkumpul di aula. Ia konsisten mengajak teman-temannya untuk turut mengaji bersama, bahkan ketika satu per satu peminat pengajian mahasiswa di kampus ini mundur teratur. Dari 15 orang susut menjadi delapan, lalu empat, lalu tinggal Dicky seorang. Tapi ia tetap datang. Keinginannya untuk ikut mengaji sampai terbawa-bawa dalam mimpi. Karena itu pula saya berusaha untuk membantu Dicky bertemu murabbi.
Empat hari sebelum Dicky meninggal, di bulan Agustus 2006, dia ingin memperkenalkan saya kepada editor-editor lain di tempatnya bekerja. Dan sedang berusaha dan mencoba mempromosikan tulisan-tulisan saya. ”Kita bisa sama-sama memasukkan nilai dakwah nanti, mas,” saya masih ingat betul kata-katanya.
Saya masih ingat senyumnya, tulus sekali. Jika senang, tawanya pecah. Dan setiap kali bertemu, selalu bercerita tentang keponakannya yang lucu-lucu. Setelah lulus dari kampusnya yang pertama, Dicky melanjutkan belajar pasca sarjana di Universitas Indonesia, jurusan Hubungan Internasional. Dan sudah aktif mengaji untuk beberapa lama.
Dari sang murabbi, saya mendengar kisah tentang keshalihan Dicky. Semalam, sebelum meninggal, Dicky masih sempat berkumpul dengan teman-temannya untuk mengaji. Bahkan, ia pulang pukul sepuluh malam. Dan baru saja, di pengajian kecil itu, mereka saling mengevaluasi diri, terutama kualitas ibadah. Sang murabbi kepada saya bercerita, bahwa Dicky menempati ranking pertama dalam muttaba’ah amal. Dalam tiga bulan terakhir, ia tak pernah meninggalkan shalat jamaah, target-target tilawah pun, sempurna. Shalat malam ia kerjakan, puasa sunnah ia tunaikan.
Subuh di hari ia meninggal, ia masih shalat berjamaah di masjid depan rumahnya, di Duren Sawit, Jakarta Timur. Bahkan, setelah Subuh, ia masih menyempatkan untuk tilawah. Kemudian ia jatuh tertidur, dan malaikat menjemputnya dalam keadaan sedang berpuasa sunnah. Saat saya mengangkat jenazahnya, sebelum dimandikan, saya masih melihat bibirnya tersenyum. Saya hanya bisa menyebut, Allah, Allah, Allah, dan menahan tangis dalam dada. Saya mengusap tangannya, mengusap dahinya. Dan itu membuat pundak saya semakin terguncang oleh tangis yang tak tertahan.

Tahukah kau
Semalam tadi aku menangis
Mengingatmu mengenangmu


Semalam saya mengingatnya kembali. Saya menangis dan berdoa. Sangat singkat perjumpaan kami, hanya beberapa tahun saja. Dan semalam sangat merindukannya. Saya merindukan orang-orang muda yang berjerih payah mencari ridha-Nya. Saya merindukan anak-anak muda yang memiliki fikrah jernih, cerdas, sekaligus santun dan penuh sayang pada sesamanya. Saya berdoa kepada Allah, semoga Dicky juga telah melihat tempatnya yang mulia di sisi Allah azza wa Jalla. Dan semoga Allah mempertemukan saya di tempat yang mulia itu, dengan sahabat-sahabat saya yang mulia. Aku rindu padamu, dik! Sangat-sangat rindu.

Bukan Publikasi Umum

0 komentar
Tidak seperti biasanya, saya lebih dulu mencek email setiap awal beraktifitas. Tapi, hari ini entah kenapa hal itu saya tidak lakukan.

Selang beberapa jam telah lewat, pekerjaan pun telah selesai dikerjakan, tinggal mengirimkan hasilnya, eh, sesuatu telah terjadi. Email yang selama ini saya gunakan untuk mengirim hasil tidak bisa di buka, waduh..

Bermacam cara untuk membuka email tak kunjung ampuh, dengan mencoba keberbagai komputer, tapi hasilnya nihil.

Jalan satu-satunya ialah melaporkan kepada ahlinya, bahwa email tidak bisa loggin. Tindakan pun secara dilakukan. Dan penyebabnya adalah...

Ssstt, penyebabnya bukan publiksi umum, heee

Kamis, 24 Maret 2011

Ke Pegadaian Syariah

2 komentar
Matahari tepat berada di atas kepala kami. Ditemani sebuah motor berwarna biru ke pudaran, kami menuju ke sebuah ruko di pinggiran Jalan A Yani Km 5 Banjarmasin. Berjejer kendaraan roda dua memadati ruko tersebut, namun ternyata kami salah masuk halaman, ruko yang kami tuju hanya terdapat beberapa buah saja kendaraan roda dua. Terlihat seorang satpam duduk dengan muka mayun memandang sebuah televisi, di depan ruko dengan jelas tertulis Pengadaian Syariah.

Saya dan mb uci langsung masuk ke dalam ruangan tanpa dipersilahkan masuk, namun kami tak lupa mengucapkan salam terlebih dahulu. Di dalam ruangan ber AC tersebut, kami disambut dengan ramah oleh dua lelaki dewasa. Mungkin, mereka kira kami ingin mengadaikan sesuatu barang atau penampilan kami yang agak intelek kala itu, he..

Tanpa berbasa-basi kami langsung memperkenalkan diri kepada dua lelaki dewasa tersebut, dan menyatakan tujuan kedatangan kami berdua, yakni ingin wawancara. Dan mereka menyambut baik keinginan kami berdua.

Obrolan biasa pun dimulai. Dengan nada gugup mb Uci memulainya dengan berbagai pertanyaan. Tapi sebelumnya lebih afdhal jika saya menggambarkan sosok dua lelaki dewasa itu. Namanya Ziani Abdullah. Lelaki yang diperkirakan baru berumur 27 tahunan. Beliau adalah salah seorang karyawan disana. Entah berapa lama telah bekerja di Pegadaian Syariah atau sudah punya anak berapa, kami kira itu pertanyaan yang kurang penting untuk ditayakan. Nah, dengan beliulah kami mendapatkan informasi perkembangan pegadaian syariah dari awal pendirian di tahun 2004 sampai sekarang.

Mengenakan kacamata tebal, agak putih dan berwibawa, beliaulah bapak satunya. Memang, sampai saat ini saya pribadi menyatakan penyesalan yang sangat mendalam. Menyesal tidak menanyakan nama beliau :(, padahal nama itu sangat penting. Terlihat dari auranya beliau adalah seorang pimpinan disana. Dengan komat-kamit menghitung dan agak terlihat berkonsentrasi penuh, beliau tetap memperhatikan pembicaraan kami bertiga. Sesekali beliau menambahkan jawaban yang diberikan pak Zainal.

Kembali ke obrolan. Santai namun pasti, pak Zaini memaparkan perkembangan pegadaian syariah. Dimulai tahun 2004 silam, pegadaian syariah ini sudah mempunyai nasabah 574 dan meningkat drastis di tahun 2005 sebanyak 2.864 nasabah. Puncaknya di tahun 2009, nasabah di tempat beliau bekerja sebanyak 91.150 nasabah.

Dari data tersebut, menandakan bahwa tingkat keperluan mendesak masyarakat terhadap uang semakin meningkat, seiring tigkat kebutuhan hidup sangat tinggi dengan harga barang yang beredar juga tinggi pada saat itu. Apalagi di tahun 2009, terjadi krisis global di Amerika Serikat, yang mau tak mau Indonesia juga ikut terkena imbasnya.

Disamping itu, pak Zaini mengungkapkan, sepanjang perkembangan Pegadaian Syariah hingga sekarang banyak lika-liku yang mereka dapati. Mulai dari nasabah yang biasa-biasa saja sampai nasabah yang yang luar biasa galaknya, namun meskipun begitu mereka tetap melayani dengan santun. Sebab, nasabah ialah raja, sesuai slogan pelayanan bahwa costumer is king.

Selasa, 22 Maret 2011

Merindukan

2 komentar
Entah beberapa hari ini, saya merindukan seorang kawan. Seorang kawan yang sejak lama telah saya kenal, saat menjadi mahasiswi di Perbankan Syariah dulu.

Terakhir saya berjumpa, tubuhnya mengurus dan matanya semakin meruncing, sangat jauh berbeda ketika saya baru mengenalnya beberapa tahun silam. Namun, saat itu ia terlihat ceria di hadapan teman-temannya, tanpa ada masalah atau memang sengaja ingin melepas masalah yang menimpanya.

Dipertemuan itu pula, ia pun mengatakan kepada saya "biarlah, biarkan waktu akan menjawabnya" dengan dana serak.

Dan saat ini, di hari ini, entah kenapa saya merindukannya..

Rabu, 09 Maret 2011

Fublikasi Kemesraan

2 komentar
Perlukah kemesraan itu dipublikasikan? Pertanyaan ini berawal saat melihat album seorang teman yang baru saja melangsung pernihakan, baru sepuluh hari, terhitung sampai hari ini. Sah-sah saja memang, kalau mesra, lah pengantin baru. Dan tidak masalah, toh kemesraan itu terletak pada tempatnya, yakni halalnya hubungan sang pelaku .

Jadi, dimana letak keanehannnya..

Kemesraan yang dibingkai lewat alat kenangan lalu di publikasikan ke khal banyak. Beberapa orang meanggap hal itu adalah milik private, sehingga tidak seharusnya di publikasikan, tak layak dan malu. Apalagi mempublikasikannya lewat jejaring sosial.

Belajar dari kehidupan orang. Beberapa tahun yang lalu, seorang penceramah, selalu mengekspos kemesraan dengan istrinya lewat media massa. Cerita masa lalu, sampai ke rumah tangga-an sampai di publikasikan. Sambil memegang tangan, bahkan sang penceramah secara blakan mencium kening istrinya yang terekspos media televisi.

Namun, beberapa tahun lewat kemesraan itu berubah. Sang penceramah kawin lagi dengan perempuan lain. Padahal beliau sudah mempunyai anak lebih dari cukup. Waktu pun berlalu, dan akhirnya istri sang penceramah di gugat cerai oleh beliau.

Banyak kalangan yang menyayangkan putusnya hubungan tersebut, ada yang kecewa dan lainnya. Nah dari situlah dapat diambil pelajarannya.

Menurut saya pribadi, sebenarnya sah-sah saja dalam hal bermesraan, tidak ada yang melarang. Jika publikasi kemesraan itu bertujuan untuk menjadikan teladan bagi pasangan lain, hal itu boleh-boleh saja tapi lebih baik sesekali saja di publikasikan. Baiknya, bersikap wajar, dan nikmati kemesraan itu hanya berdua saja, tanpa di publikasikan ke khal banyak orang..

9 Maret 2011

Minggu, 06 Februari 2011

Krisis Subprime Mortgage

0 komentar
“I’m not blaming the people, I’m blaming the system, I am simply stating that there is more debt than money so its technically impossible for everyone to pay off the banks because is simply not enough money in circulation for everyone to pay of their debts”.

Inilah kalimat seseorang yang menyebut dirinya sebagai ultimateskaters 1987 setelah menyaksikan tayangan video yang berdurasi pendek mengenai perekonomian Amerika Serikat di tahun 2007 dan jutaan warga Amerika kehilangan pekerjaan, kehilangan rumah, dan bergelimang utang akibat dari skandal subprime mortgage. Sehingga banyak orang mengatakan bahwa Amerika Serikat mengulang kembali mimpi buruk resensi ekonomi tahun 1939.

Mortgage ialah hipotek atau kredit rumah dengan agunan. Kata mortgage berasal dari istilah hokum bahasa Perancis, yang berati matinya sebuah ikrar, sedangkan subprime merupakan gabungan dua kata untuk menunjukkan klasifikasi penerima KPR, yakni sub dan preme, ialah dibawah standar atau tidak layak menerima kredit, sementara preme adalah orang yang layak atau biasa dipakai istilah Alt-A. subprime mortgage dikenal sebagai skema kredit macet rumah, berisiko tinggi karena memang sejak awal diberikan kepada yang tidak layak menerima, bisa karena suku bunga kredit yang ditetapkan tinggi ditambah kesengajaan mengabaikan dokumen penerima kredit, seperti tidak ada verifikasi pendapatan, riwayat kerja dan catatan utang.

Dr. Robert Gifford, spikolog lingkungan asal University of Victoria memaparkan analisanya bahwa tidak mengherankan kehilangan rumah telah menimbulkan trauma berat bagi mereka. Ia menggambarkan psikologi American family setelah penyitaan rumah secara dramatis terjadi mulai 2006 dan dipredeksi menembus angka 19 juta rumah pada 2010, yang pada saat itu, harga rumah langsung drop hingga 40 persen atau terandah dalam empat tahun teakhir. Bahkan majalah business week edisi MEI 2008 menyebutkan jumlah rumah siap jual menumpuk hingga 4,55 juta akhir April. Hal ini setara akumulasi stok rumah dalam 11,2 bulan.

Tak hanya itu, Bear Stearns, bank investasi terbesar keempat di Amerika bangkrut pada Maret 2008, padahal bank ini telah berusia hampir satu abad yakni 86 tahun. Pemicu jatuhnya bank ini diromorkan telah merugikan sepanjang operasional 2007, rentetan gagal bayar nasabah KPR memperburuk laporan keuangannya. Sama halnya yang terjadi dengan Lehman Brothers, bank yang sudah ada saat perang dunia kedua ini tak dapat diselamatkan, tutup usia pada 15 september. AS mengira krisis terburuk yang terjadi dipertengahan tahun 2007, yang dialami Citigroup dan Merry Lynch merugi hingga butuh modal tembahan, namun ternyata masih ada jurang di bawah jurang, seperti Dow Jones terjun bebas terburuk selama 40 tahun.

Bahkan, efek ini berimbas langsung ke perusahaan-perusahaan investasi top dunia, seperti Inggris, Belanda dan Jepang mulai menyiapkan dana cair agar perusahaan besarnya tidak ikut kolaps. Islandia, tahun 2007 menempati urutan pertama di dunia dalam katagori human development index versi PBB. Warganya paling makmur di bumi, dilihat dari semua indicator ekonomi yang ada, tingkat pengangguran sekitar 0,5 persen dari total penduduk, kaya , merata, sehat, berkebudayaan, berpendidikan dan canggih, singkatnya surga dunia. Tapi sejak 6 oktober 2008, perdana menteri Islandia Geir Haarde muncul di televisi local mengumumkan Negara dalam kondisi darurat, diambang kebangkrutan, pemerintah menanggung utang enam kali dari nilai produk domestic bruto.

Leberalisasi perbankan telah menceburkan Negara itu pada lautan bubble economy. Glitnir, bank ketiga terbesar di Islandia telah bankrut terseret krisis keuangan di AS, Inggris, dan Negara Erofa lainnya. Bank pertama dan kedua, Landzbanki dan Kaupthing sudah dulu bangkrut. Ketiganya diambil alih pemerintah dengan warisan utang enam kali PDB Islandia yang hanya USD20 miliar. Sebelumnya kaupthing dan Glitnir menjadi pemain utama pasar mortgage dan akuisisi entitas keuangan asing di Inggris dan Skandinavia.

Majalah time, edisi 20 Oktober 2008. 6 dan 7 oktober 2008, duit sebesar USD6,5 triliun menguap begitu saja di lantai bursa global. Dana talangan USD700 miliar yang diteken oleh presiden George W Bush, kala itu, sabtu pecan sebelumnya sebagai sikap resmi pemerintah AS justru membuat kepanikan bertambah hebat, dan ongkos penyelamatan USD2,3 triliun yang dihimpun dari masing-masing Negara uni erofa juga tidak kuasa menenangkan suasana. Krisis subprime mortgage AS telah mengganti kepercayaan itu denna kekuatan. Awalnya menghinggapi para pemain saham, setelahnya papa deposan, kemudian antarentitas keuangan. Di erofa, seolahkembali pad masa kegelapan, sperti sebelum renaissance atau masa percerahan tiba. Harga saham di londen, Frankfurt, dan paris serta daratan eropa tersungkur.

Inggris menjadi episentrumnnya, media massa se dunia melaporkan neraca keuangan raksasa HSBC holdings kuartal teakhir 2006 merah, angka buruk ini berasal dari catatan buruk HSBC finace corporation anak usaha HSBC di AS yang merugi akibat tersangkut obligasi bermasalah. Akibatnya, rakyat inggris dipasaka merelakan uang pajaknya untuk membayar utang-utang northern rock dan Bradford dan bingley yang diambil alih pemerintah pada awal 2008.

Di luar erofa, Negara maju yang juga terkena dampak serius adalah jepang. Selain terjebak krisis finasnsial, ekonomi jepang juga terkena imbas kenaikan harga minyak dunia. Dalam setahun terakhir telah mendorong tingkat inflansi tertinggi dalam 10 tahun terakhir. Juli 2008, jepang mencatat inflasi hingga 2,4 persen, setelah beberapa tahun mengalami deflalsi. Nilai kapitalisasi bursa jepang ambles USD250 miliar, produk MBS dan anak-anaknya uang beredar di jepang diperkirakan mencapai 700-800 miliar yen jepang, bahkan cabang lehman brother di jepang sendiri mendafarkan perlindungan kebangkrutan di pengadilan negeri Tokyo setelah induk usahanya dinyatakan bangkrut .

Sementara di Australia. Perdana menteri Australia Kevin rudd mengungmumkan jaminan penih terhadap semua dana nasabah yang disimpan di bank, jamianan diberikan tidak ahnaya atas bank local, melainkan bank asing di sana, serta credit union atau koperasi, dan pemerintah juga akan menyuntikkan dana sekitar USD 2,6 miliar ke pasar kredit perumahan.

Lalu bagaimana dengan Indonesia?

Krisis global yang melanda Amerika Serikat jelas-jelas membawa efek bola salju ke Indonesia, semua orang berharap cemas menghadapi tahun 2009. Indonesia diperkirakan akan mulai menghadapi dampak krisis global pada maret 2009. Muhammad ma’ruf mengungkapkan, kita masih bisa berinvstasi di zaman yan gakan menelan ratusan ribu orang terkena PHK, tapi yang harus dikakukan hanyalah menata kembali keraca keaungan dan mulai melakukan perencanaan keuangan yang sesuai, seperti: menabung, mewaspadai laju kartu kredit, membuka bisnis di tengah krisis, cintai produk dalam negeri, visit Indonesia all year, rupiahkan dolar yang dimiliki, pilihan investasi diantaranya saham, deposito, property, emas, investasi syariah, unit link.

Judul Asli : Tsunami financial: peluang bisnis dan investasi Indonesia dan setiap individu di tahun
2009.
Pengarang : Muhammad ma’ruf
Penerbit : Mizan, 2009

MIskin dan Kaya

0 komentar
Dalam realita kehidupan baik di Indonesia maupun di negara lain di dunia, sering kita lihat dan temui orang kaya dan miskin. Mengapa ada kaya dan miskin? Pertanyaan ini yang timbul dalam lubuk hati saya sejak masih duduk di bangku Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP). Kini pertanyaan itu muncul lagi, setelah beberapa tahun terlupakan.

Ada yang mengatakan, adanya kaya dan adanya miskin itu merupakan takdir dari Sang Khaliq. Ada juga yang mengatakan, miskin itu disebabkan kemalasan seseorang dan kaya merupakan hasil dari kerja keras seseorang. Selain itu ada yang mengatakan, kemiskinan disebabkan adanya keserakahan si kaya yang tidak memberi kesempatan kepada si miskin.

Namun ada pula yang mengatakan, adanya si kaya dan si miskin itu dari keturunannya. Juga ada yang mengatakan, terjadinya kaya dan miskin karena sistem ekonomi yang digunakan.

Semua perbedaan pendapat tersebut memiliki faktor kebenaran. Miskin karena malas. Hal ini tidak selalu salah, karena bagaimana pun ada program penghilangan kemiskinan. Namun, jika si miskin sendiri tidak mau bekerja keras, bersusah payah belajar dan bekerja, berusaha untuk lepas dari kemiskinan dan membenci dirinya karena miskin, maka program tersebut akan sia-sia.

Orang kaya itu perlu dihormati. Namun, jika kekayaannya itu diperoleh dengan cara haram seperti mencuri, merampok, merampas, korupsi, kolusi, menipu, menzalimi orang lain dan semacamnya, berarti bukan kekayaan yang ada. Namun, keserakahan dengan cara haram dan melanggar ajaran agama serta hukum. Hal ini yang harus ditekankan dalam keadilan dan kebenaran, serta ketertiban hukum. Aparat kepolisian harus tegas bertindak sebagai abdi masyarakat, jangan sampai ada diskriminasi. Meskipun kekayaannya diperoleh dengan cara halal, namun harus ditekankan untuk menjadi manusia yang gemar berderma dan beramal saleh.

Kesempatan mendapatkan pekerjaan harus diwujudkan secara adil. Namun, dalam waktu bersamaan, materi pendidikan juga harus memperhatikan link and match atas pekerjaan yang tersedia.

Kita percaya takdir (ketentuan) karena termasuk salah satu Rukun Iman. Namun, kita tidak tahu kapan atau di mana takdir itu hadir atau terjadi. Artinya, kita bisa mengatakan takdir kalau usaha secara maksimal sudah dikerjakan. Kalau kita belum melakukan usaha maksimal, bukan takdir yang sebenarnya namun kemalasan berkedok takdir yang terjadi.

Kita sering melihat bahkan banyak orang mengatakan, kaya dan miskin itu merupakan keturunan. Pendapat seperti itu tidak selalu salah dan benar. Apabila seseorang diwarisi kekayaan tetapi ia tidak bisa menggunakan dan mengelolanya, maka lambat laun kekayaannya itu habis dan tidak akan menghasilkan apa-apa. Bahkan tak tertutup kemungkinan, ia menjadi orang miskin. Begitu pun sebaliknya. Kalau bisa mengelola dan menggunakan kekayaannya dengan baik, maka ia akan menjadi orang yang sukses melalui kekayaannya itu.

Sistem ekonomi sekarang. Banyak ekonom mengatakan, salah satu penyebab terjadinya kaya dan miskin adalah sistem ekonomi yang digunakan 'kurang tepat' dalam suatu negara. Pada gilirannya melahirkan negara yang semakin hari semakin kaya dan negara yang semakin miskin. Dengan kata lain, pengaplikasian sistem ekonomi tersebut melahirkan ketidakseimbangan dalam perkembangan ekonomi dalam suatu negara.

Oleh karena itu, marilah kita mawas diri. Lebih baik kita intropeksi diri. Menyalahkan diri kita sendiri, bukan menyalahkan Allah atau orang lain. Wallahu'alam bis shawab.

e-mail: ika_25ska@yahoo.id
Dimuat Banjarmasin Post, 2007
 

Goresan Biasa Copyright © 2008 Black Brown Art Template designed by Ipiet's Blogger Template