![]() |
| Awhuk Kecil |
Senin, 28 November 2011
Awhuk
Kamis, 24 November 2011
Nasehat Dari Dosen Saya
Masa kuliah adalah masa yang memang mengasyikan. Banyak kejadian-kejadian aneh, rumit, homoris yang sarat mengandung pelajaran. Salah satu diantaranya kejadian di saat ku berada di kantor fakultas tempat ku menggali ilmu dulu.
Saat itu, seorang lelaki setengah umur menghampiriku. Beliau adalah bapak Noor Maksum, M.Si. Dekan I di fakultas Syariah IAIN Antasari Banjarmasin. Selain menjadi dosen dan pejabat di fakultas, beliau ialah seorang peneliti. Karya beliau yang terkenal dikalangan peneliti sejarah dan pernah dijadikan rujukan bagi peneliti lain ialah tentang ormas musyawaratuth-thalibin.
Pak maksum, itulah sapaan beliau. Biasanya beliau memanggiku dengan sapaan nak. Suatu hari, saat ku termenung sendiri di teras fakultas syariah, beliaulah yang memberikan inspirasi untuk melanjutkan tugas akhir perkuliahanku.
“ada apa nak?, gimana skripsinya? Tentang apa?” tanya beliau
“begitulah pak, harus yang baru lagi, memang pak majamen risiko itu ialah bagian internal suatu perusahaan, dan setiap perusahaan (apapun peruhasaan itu) pasti tidak mau membeberkan rahasia kerumahtanggannya. Tapi, pak jika perusahaan itu baik, buat apa rahasia itu harus ditutupi. Dan sekarang beralih ke ZIS aja pak” kataku panjang lebar, he..
“ayo, ikut saya ke ruangan” pak maksum menyuruhku sambil melangkah keruangan beliu
Akupun tersenyum lebar mengiringi beliau dari belakang. Dalam hatiku bertanya, apa ada gerangan yang akan terjadi?
“Buku masalah ZIS itu lumayan banyak” kata pak Maksum sambil membuka isi lemari yang penuh dengan berbagai jenis buku.
“Ini, buku bagus nak, boleh kau pinjam. Di dalam lemari itu, coba kau buka, disana ada buku yang terkait dengan ZIS, dan boleh kau bawa pulang. Tapi, minggu depan harus dikembalikan”
“asikkk, makasih pak.” Alhamdulillah, heheee...
Dalam pertemuan tersebut, pak maksum (sapaan beliau) menanyakan keadaan, sampai kegiatan keseharian yang kulakukan sekarang (ihh, seperti di wawancarai aja, he). Dalam pertemuan itu pula beliau tak lupa memberikan nasehat, yang inti dari nasehat beliau ialah menyuruhku agar aku menambah ilmu. “tanamkan niat mu nak, untuk menambahkan kembali ilmu yang di dapat, insyAllah Allah akan memudahkanmu” kata beliau
“amin Allahumma Amin, terimakasih pak”
Saat itu, seorang lelaki setengah umur menghampiriku. Beliau adalah bapak Noor Maksum, M.Si. Dekan I di fakultas Syariah IAIN Antasari Banjarmasin. Selain menjadi dosen dan pejabat di fakultas, beliau ialah seorang peneliti. Karya beliau yang terkenal dikalangan peneliti sejarah dan pernah dijadikan rujukan bagi peneliti lain ialah tentang ormas musyawaratuth-thalibin.
Pak maksum, itulah sapaan beliau. Biasanya beliau memanggiku dengan sapaan nak. Suatu hari, saat ku termenung sendiri di teras fakultas syariah, beliaulah yang memberikan inspirasi untuk melanjutkan tugas akhir perkuliahanku.
“ada apa nak?, gimana skripsinya? Tentang apa?” tanya beliau
“begitulah pak, harus yang baru lagi, memang pak majamen risiko itu ialah bagian internal suatu perusahaan, dan setiap perusahaan (apapun peruhasaan itu) pasti tidak mau membeberkan rahasia kerumahtanggannya. Tapi, pak jika perusahaan itu baik, buat apa rahasia itu harus ditutupi. Dan sekarang beralih ke ZIS aja pak” kataku panjang lebar, he..
“ayo, ikut saya ke ruangan” pak maksum menyuruhku sambil melangkah keruangan beliu
Akupun tersenyum lebar mengiringi beliau dari belakang. Dalam hatiku bertanya, apa ada gerangan yang akan terjadi?
“Buku masalah ZIS itu lumayan banyak” kata pak Maksum sambil membuka isi lemari yang penuh dengan berbagai jenis buku.
“Ini, buku bagus nak, boleh kau pinjam. Di dalam lemari itu, coba kau buka, disana ada buku yang terkait dengan ZIS, dan boleh kau bawa pulang. Tapi, minggu depan harus dikembalikan”
“asikkk, makasih pak.” Alhamdulillah, heheee...
Dalam pertemuan tersebut, pak maksum (sapaan beliau) menanyakan keadaan, sampai kegiatan keseharian yang kulakukan sekarang (ihh, seperti di wawancarai aja, he). Dalam pertemuan itu pula beliau tak lupa memberikan nasehat, yang inti dari nasehat beliau ialah menyuruhku agar aku menambah ilmu. “tanamkan niat mu nak, untuk menambahkan kembali ilmu yang di dapat, insyAllah Allah akan memudahkanmu” kata beliau
“amin Allahumma Amin, terimakasih pak”
Kamis, 03 November 2011
Mister Chief ‘Abud
‘yah telat lagi..., ayoo cepat makan kena iwaknya beku’ kata tuan ‘Abud
‘kok bisa pak’ sahutku
‘iya, karena masaknya pake mentega’
‘kok bisa pak’ sahutku
‘iya, karena masaknya pake mentega’
Arti Sebuah Foto
"Satu foto berjuta makna…. "
(Entah siapa)
Apa arti sebuah foto? Menurut seseorang yang saya tak kenal, foto adalah kenangan hidup yang tak pernah mati. Tapi, ada juga yang mengatakan bahwa foto adalah sebuah sejarah hidup. Karena foto merupakan gambar suatu kejadian dimasa silam, yang menjadikan momentum menjadi berharga, mungkin.
Disamping itu, ada juga mengatakan bahwa foto itu menceritakan semua tentang yang ada di dalamnya tanpa harus berkata-kata.
Minggu, 23 Oktober 2011
Goodbye Lari-larian
Kalau bukan banyaknya sumber daya alam minyak dan gas yang dimiliki pulau lari-larian, maka tidak mungkin pulau ini diperebutkan dan menjadi sengkata antara Kalimantan Selatan dengan Sulawesi Barat atas hak kepemilikan pulau tersebut.
Jumat, 21 Oktober 2011
Rolling
'Assalam.....
Kakaaaaaaaaaaaa knp murabbi u k' Uci????????????
u kan handak dgn pian jaaaaa' sms dari seorang adik
'Walaykumsalam..
Ding, ka2 kan perempuan, masa handak lawan ka2, heeee'
Kakaaaaaaaaaaaa knp murabbi u k' Uci????????????
u kan handak dgn pian jaaaaa' sms dari seorang adik
'Walaykumsalam..
Ding, ka2 kan perempuan, masa handak lawan ka2, heeee'
Senin, 29 Agustus 2011
Sebuah Pengalaman di Bulan Ramadan
“Ramadhan bukan saja bulan pengampunan dan rahmat,
tapi bulan penuh hikmah”
Menjelang Ramadhan telah berakhir, perintah untuk membayar zakat fitrah wajib dilaksanakan bagi setiap muslim yang menjalankan ibadah puasa. Hal itu maksudkan agar umat Islam saat menyambut idul fitri dan seterusnya diharapkan kembali kepada fitrah. Dimana pada awal kejadian, semua manusia melakukan perjanjian primordial yaitu sebuah perjanjian antara manusia dengan Allah yang berisi pengakuan bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan semesta alam, seperti bayi yang baru saja dilahirkan tanpa dosa.
Sebelum dua hari menjelang hari Idul Fitri, saya dan mama pergi ke tetangga untuk mendistribusikan zakat fitrah berupa beras yang kami konsumsi di bulan Ramadhan. Berhubung di tempat kami belum ada lembaga yang mengelola zakat.
Penyaluran zakat kali ini kami salurkan kepada janda tua (nenek) yang perekonomiannya dapat dikatakan berkurangan. Memang, kami harus memilah-milah kalau urusan penerima zakat ini, yang pasti harus sesuai yang dalam surat At-Taubah ayat 6.
tapi bulan penuh hikmah”
Menjelang Ramadhan telah berakhir, perintah untuk membayar zakat fitrah wajib dilaksanakan bagi setiap muslim yang menjalankan ibadah puasa. Hal itu maksudkan agar umat Islam saat menyambut idul fitri dan seterusnya diharapkan kembali kepada fitrah. Dimana pada awal kejadian, semua manusia melakukan perjanjian primordial yaitu sebuah perjanjian antara manusia dengan Allah yang berisi pengakuan bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan semesta alam, seperti bayi yang baru saja dilahirkan tanpa dosa.
Sebelum dua hari menjelang hari Idul Fitri, saya dan mama pergi ke tetangga untuk mendistribusikan zakat fitrah berupa beras yang kami konsumsi di bulan Ramadhan. Berhubung di tempat kami belum ada lembaga yang mengelola zakat.
Penyaluran zakat kali ini kami salurkan kepada janda tua (nenek) yang perekonomiannya dapat dikatakan berkurangan. Memang, kami harus memilah-milah kalau urusan penerima zakat ini, yang pasti harus sesuai yang dalam surat At-Taubah ayat 6.
Sesungguhnya sedekah-sedekah (zakat) itu hanyalah untuk orang-orang faqir, dan orang-orang miskin, dan Amil-amil yang mengurusnya, dan orang-orang muallaf yang dijinakkan hatinya, dan untuk hamba-hamba yang hendak memerdekakan dirinya, dan orang-orang yang berhutang, dan untuk (dibelanjakan pada) jalan Allah, dan orang-orang musafir (yang keputusan) dalam perjalanan. (Ketetapan hukum yang demikian itu ialah) sebagai satu ketetapan (yang datangnya) dari Allah. Dan (ingatlah) Allah Maha Mengetahui, lagi Maha Bijaksana
Langganan:
Postingan (Atom)

