Senin, 08 April 2013

The Sin To Hell Or Paradise

1 komentar
Seorang kerabat pernah bercerita bahwa temannya mengungkapkan dirinya penuh dengan dosa. Pernah menghamili seorang pembantu, penjual narkotika, seks bebas, korupsi, dan perbuatan lainnya. Hingga ia mengatakan bahwa dirinya sudah terlambat untuk bertaubat. “terlalu banyak dosa yang ku perbuat, tubuhku penuh dengan kotoran, mungkin Tuhan enggan menerima ku dan biarlah aku seperti ini” kata kerabat menirukan ucapan sang teman.

Cerita ini mengingatkan ku pada kisah jaman sebelum Islam datang. Konon seorang lelaki yang sudah membunuh 99 jiwa datang menemui seorang pendeta. Lelaki itu pun bertanya, apakah ada pintu taubat sedangkan ia sudah membunuh 99 jiwa manusia. Dengan nada kesal, sang pendeta menjawab, tidak ada. Mendengar jawaban yang kurang puas tersebut, lelaki itupun membunuh sang pendeta sehingga genablah ia membunuh 100 jiwa.

Sabtu, 16 Maret 2013

Semuanya Disini Adalah Keluarga

0 komentar
Saya masih berpikir panjang, tentang isi tulisan ini. Rada kompleks juga. Masalah  atau kebiasaan yang telah menjadi kebudayaan kah ini? Atau sebaliknya, dengan metode ini akan meningkatkan rasa kekeluargaan yang erat. Tapi, dimanakah letak profesionalitasnya?

Minggu, 17 Februari 2013

Pilih Sehat atau Uang?

0 komentar
Mau pilih yang mana, memiliki banyak uang tapi tidak sehat atau sehat, namun memiliki uang secukupnya. Dua pilihan yang dramatis. Disisi lain kesehatan itu adalah segala-galanya, karena dengan sehat aktivitaspun menjadi lancar. Akan tetapi, uang pun memiliki peran sangat penting bagi hidup.

KH Husien Nafarin MA, pernah menulis sebuah essay saat beliau berada di Kairo, Mesir tentang seorang pemuda Mesir yang berprofesi sebagai penyanyi. Konon, ketika hendak pulang dalam perjalanan  menuju rumah, tiba-tiba hujan turun dengan derasnya. Seketika itu, pemuda itu berteduh di sebuah warung yang diseberangnya terdapat rumah yang sangat mewah. Ia pun memesan minuman.
Sambil menikmati minuman  yang disajikan sang pemilik warung, ia memandang takcub denga rumah besar yang terlihat sepi. Dalam hatinya, ia bergumam “tuhan di manakah keadilan Mu, Engkau ciptakan aku yang serba kurang, sedang pemilik rumah itu hidup dengan kemewah-mewahan dan kesenangan”. Akhirnya hujan pun reda. Ia membanyar harga minuman kepada si pemilik warung dan melanjutkan perjalanan pulang ke rumahnya.

Selasa, 29 Januari 2013

Menghilangkan Tinta Pada Kulit Dengan Minyak Kayu Putih

0 komentar
http://diegochrist.blogspot.com/2011/11/minyak-kayu-putih.html
Eucalyptus oil atau yang populer dengan nama Minyak kayu putih biasanya digunakan untuk  pengobatan, seperti membantu meredakan perut kembung, mual, masuk angin, sakit perut, melegakan pernapasan dan gatal-gatal akibat  tergigit serangga, namun ternyata minyak kayu putih juga bermanfaat untuk melunturkan tinta yang lengket pada kulit hingga bersih.

Diantaranya tinta pen yang sering meninggalkan bekas di tangan setelah menulis. Untuk menghilangkan tinta-tinta tersebut, tabuhi minyak kayu putih beberapa tetes sesuai banyak atau sedikitnya tinta yang lengkat pada tangan kita. Kemudian gosok dan lihat hasilnya, inyaAllah bersih. Ops, meneteskan minyak kayu putihnya jangan terlalu banyak, sebab kulit kita akan menjadi kering.

Selain tinta, minyak kayu putih juga melunturkan bekas correction pen yang lengket ketangan saat menggunakannya sampai bersih.

Kamis, 29 November 2012

The Man Of Strong That

1 komentar

Saya jatuh mata, ketika setiap kali melewati jalan itu. Entah mengapa. Di jalan itu, mata saya menjadi tak berkedip, and make me a smile alone. Jalan yang lebar, disamping kirinya ada sebuah perusahaan unit tractors. Dan disamping kanannya, terdapat perusahaan es krim wals. Jalan itu dinamai A Yani atau kepanjangan dari Ahmad Yani km 14. Sebenarnya, tidak ada yang unik dari jalan tersebut. Namun, ditengah-tengah jalan tersebut terpasang sebuah baliho besar iklan salah satu rokok. Nah, baliho itulah yang membuat saya jatuh mata. Di iklan tersebut diperagakan oleh a handsome man. Sure..  make me filling and other, maybe. hehe

Jumat, 16 November 2012

November ’12 Move In The Gaza

0 komentar

Agresi militer Zionis Israel ke wilayah Gaza dalam pekan di bulan November tahun 2012 ini merupakan berita terhangat setelah di tahun 2008 yang silam. Para analis atau pakar Timur Tengah mengatakan bahwa agresi ini merupakan pengalihan isu-isu internasional. Seperti isu pemilihan presiden AS Borak Obama, atau isu di Yaman, dan isu-isu Timur Tengah lainnya.

Agresi ini menimbulkan simpati di berbagai belahan dunia, termasuk diantaranya Indonesia.

Pertanyaan  klasik yang sering dilontarkan ialah mengapa kita harus bersimpati untuk memikirkan, membantu Palestina, padahal kondisi bangsa sendiri (Indonesia) yang seharusnya terlebih dahulu dibenahi, bukan bangsa lain.

Paling tidak ada empat jawaban atas pertanyaan ini:
1. Sesuai dengan paragraph pertama pembukaan UUD 1945
“Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjejahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilaan..”
Pelestina adalah satu-satunya negara yang masih terjajah di dunia saat ini. Penjajahan suatu bangsa terhadap bangsa lainnya adalah perbuatan yang sangat tercela dan harus dihentikan.

2. Bangsa Palestina sangat aktif mendorong negara-negara Arab untuk segera mengakui kemerdekaan republik Indonesia pada tahun 1945 dan menggalang berbagai dukungan untuk membantu kita menghadapi agresi militer Belanda. Peduli terhadap bangsa Palestina adalah bentuk rasa terimakasih kita sebagai bangsa yang merdeka.

3. Bagi ummat Islam, Mesjid al Aqsha adalah mesjid suci, sama dengan mesjid al Haram di Makah dan masjid Nabawi di Madinah. Membelanya dan mensucikannya dari pelecehan serta penistaan zionis Israel adalah sebuah kewajiban.

4. Sikap antipati dan berdiam diri terhadap penindasan kemanusiaan adalah sikap yang tidak terpuji. Dimanakah nurani saat sebuah bangsa ditindas dan dianiaya? Dimanakah akal sehat saat mereka yang mencoba berjuang membela harga diri bangsanya justru dipandang sebagai teroris? Dimanakah rasa kemanusiaan itu saat   pembantaian terhadap anak-anak, kaum wanita dan orang-orang tua, perusakan kehormatan, penghancuran tempat tinggal dan infrastruktur serta teror terhadap orang-orang yang tidak bersalah...

5. Bentuk aktualisasi persaudaraan Islam dan ikatan keimanan. Karena Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu saling bersaudara. (QS al-Hujurât : 10). Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong sebagian yang lain. Serta Mukmin satu dengan lainnya bagaikan satu bangunan yang saling menguatkan satu denganlainnya, Sembari Nabi Shallallâhu ‘alaihi wa Sallam menjalin jari jemarinya. (Muttafaq ‘alaihi), Perumpaan orang-orang beriman di dalam kasih sayang, kecintaan dan kelemahlembutan bagaikan tubuh yang satu. Jika salah satu anggota tubuhnya mengeluh kesakitan maka akan menyebabkan seluruh tubuh menjadi demam dan terjaga, (Muttafaq ‘alaihi). Dan seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya, ia tidak akan menganiaya, menipunya, menyerahkannya (kepada musuh) dan merendahkannya (HR Muslim).

Bentuk pertolongan itu bervariasi macamnya, sesuai dengan kemampuan dan melihat situasi kondisinya, baik itu berupa materi maupun maknawi, ataupun bantuan dari kaum muslimin secara umum berupa harta, makanan, obat-obatan, pakaian, dan selainnya. Ataupun bantuan dari negara-negara Arab dan negara Islam dengan cara mempermudah sampainya bantuan kepada warga Palestina, mengambil posisi yang benar terhadap mereka, dan menyokong kepentingan mereka di dalam pertemuan, perkumpulan ataupun konferensi kenegaraan dan kebangsaan. Kesemua ini termasuk bentuk tolong menolong di atas kebajikan dan ketakwaan sebagaimana yang diperintahkan yang tertera dalam  QS al-Mâ`idah : 2 “Dan tolong menolonglah kalian di dalam kebajikan dan ketakwaan”


Senin, 29 Oktober 2012

Like Son Like Father (kisah Umar Bin Abdul Aziz Dan Puteranya Abdul Malik bagian I)

0 komentar

Saat itu matahari mulai tegak menyinari bumi, tiba-tiba Umar bin Abdul Azis mendengar suara gemuruh tanah di sekitarnya, sedang tangannya belum bersih dari mengebumikan jenazah khalifah Sulaiman bin Abdul Malik. Umar bin Abdul Azis pun terkejut, “ada apa ini?” tanya Umar.

“ini adalah kendaraan-kendaraan khilafah wahai amirul mukminin, yang disiapkan untuk anda” jawab prajurit.

“apa urusanku dengan kendaraan ini?” kata Umar dengan memandang sebelah mata dan suara terputus-putus karena lelah serta rasa kantuk yang hebat setelah semalam tidak tidur. “Jauhkan dariku, semoga Allah memberkahi kalian. Dekatkan saja bighal milikku, karena itu cukup bagiku" lanjut Umar.

Namun, belum sempat Umar meluruskan posisi punggungnya di atas bighal, tiba-tiba datang seorang komandan prajurit yang berjalan mengawal di depannya beserta beberapa pasukan yang berjalan berbaris di kanan dan kirinya, sedang di tangan mereka menggenggam tombak yang berkilau.

"Aku tidak membutuhkan kalian. Aku hanyalah orang biasa dari kaum muslimin, berjalan sebagaimana mereka berjalan.” Kata Umar kepada komndan.

 

Goresan Biasa Copyright © 2008 Black Brown Art Template designed by Ipiet's Blogger Template