Zarqawi, nama lengkapnya adalah Ahmad Fudlail Nizal Al-Khulailah, dan dijuluki Abu Mush'ab. Zarqawi adalah gelar yang belum pernah diketahui oleh orang-orang Yordania. Nama itu dikaitkan dengan kota Az-Zarqa, di mana ia dilahirkan pada 30 Desember 1966.
Zarqawi dilahirkan dari keluarga yang miskin di propinsi yang berasal dari keluarga (klan) terbesar di Yordania, yaitu Bani Hasan. Keluarga Zarqawi itu mendiami wilayah yang luas, mulai dari pelosok Yordania, yang membentang dari perbatasan Yordania dengan Iraq dan Suriah sampai ke kota Az-Zarqa dan Gersy. Wilayah itu terletak di Yordania Tengah.
Kehidupan badui menjadi pilar utama dalam pembentukan watak Zarqawi. Orang badui mempunyai watak yang baik, cepatak melupakan kesalahan orang, cintanya kepada orang lain bersifat sepintas.
Zarqawi memiliki sifat-sifat mulia, berani, dan ramah, layaknya seorang badui. Seorang badui juga dikenal dengan sifat balas dendam. Sama sekali ia tidak akan melupakan perlakuan buruk musuhnya sampai kapanpun. Dan, kebanyakan, seorang badui mempunyai tingkat kesabaran yang tinggi untuk membalaskan keiginan balas dendamnya.
Zarqawi menjadi pemimpin utama gerakan jihad di Iraq melawan pendudukan Amerika Serikat. Perannya sangat sentral dalam mengorganisir gerakan jihad di negeri 1001 malam. Dalam suratnya yang ditujukan kepada seluruh umat Islam, pada bulan April 2004, Zarqawi menuturkan invasi militer Amerika Serikat bertujuan untuk mewujudkan tiga hal :
Pertama, menurut Zarqawi, Amerika Serikat ingin menjadikan umat Islam selalu dalam keadaan lemah, dan gagal memiliki kekuatan materi yang membantunya untuk keluar dari lingkaran hegemoni dan ketergantungan. Sebuah kondisi yang menjaikan umat ini terus dalam sengketa dan perpecahan, tersedotnya kekayaan dan terpasungnya negara. Hingga negara-negara Barat tidak lagi puas dengan hasil yang dicapai oleh pemecah-belahan dan pembagian yang dihasilkan oleh kesepakatan Sykes-Picot 90 tahun silam. Lebih jauh, mari kita lihat contoh, dan penjelasan theori ini, dan sebagai contohnya adalah Iraq.
Minggu, 29 Januari 2012
Kamis, 19 Januari 2012
Argumentasi Sains Atas Bahaya Riba
![]() |
| Picture on http://my.opera.com |
Kenyataannya, komitmen ini seperti tidak pernah ada atau kontradiktif. Dengan desakan agar Indonesia mengekspor kayu dalam bentuk utuh, artinya sama dengan desakan agar Indonesia membuang uang sebesar 4 miliar dolar AS per tahun. Karena desakan tersebut akan menggenjot para penebang liar melakukan deforestasi. Selama ini laju deforestasi senilai 4 miliar dolar AS per tahun. Logikanya menjadi aneh. Sementara kita mengemis pada IMF untuk hutang yang hanya 400 juta dolar AS, pada saat yang sama kita manut saja menghanguskan uang negara sebesar 4 miliar dolar AS per tahun dari deforestasi yang dipiu oleh ekspor log tersebut. Belum lagi kerugian lain dan dampak negatifnya berupa kerugian akibat kerusakan ekosistem hutan yang nilainya jauh lebih besar, sungguh sangat tidak sebanding.
Senin, 28 November 2011
Awhuk
![]() |
| Awhuk Kecil |
Kamis, 24 November 2011
Nasehat Dari Dosen Saya
Masa kuliah adalah masa yang memang mengasyikan. Banyak kejadian-kejadian aneh, rumit, homoris yang sarat mengandung pelajaran. Salah satu diantaranya kejadian di saat ku berada di kantor fakultas tempat ku menggali ilmu dulu.
Saat itu, seorang lelaki setengah umur menghampiriku. Beliau adalah bapak Noor Maksum, M.Si. Dekan I di fakultas Syariah IAIN Antasari Banjarmasin. Selain menjadi dosen dan pejabat di fakultas, beliau ialah seorang peneliti. Karya beliau yang terkenal dikalangan peneliti sejarah dan pernah dijadikan rujukan bagi peneliti lain ialah tentang ormas musyawaratuth-thalibin.
Pak maksum, itulah sapaan beliau. Biasanya beliau memanggiku dengan sapaan nak. Suatu hari, saat ku termenung sendiri di teras fakultas syariah, beliaulah yang memberikan inspirasi untuk melanjutkan tugas akhir perkuliahanku.
“ada apa nak?, gimana skripsinya? Tentang apa?” tanya beliau
“begitulah pak, harus yang baru lagi, memang pak majamen risiko itu ialah bagian internal suatu perusahaan, dan setiap perusahaan (apapun peruhasaan itu) pasti tidak mau membeberkan rahasia kerumahtanggannya. Tapi, pak jika perusahaan itu baik, buat apa rahasia itu harus ditutupi. Dan sekarang beralih ke ZIS aja pak” kataku panjang lebar, he..
“ayo, ikut saya ke ruangan” pak maksum menyuruhku sambil melangkah keruangan beliu
Akupun tersenyum lebar mengiringi beliau dari belakang. Dalam hatiku bertanya, apa ada gerangan yang akan terjadi?
“Buku masalah ZIS itu lumayan banyak” kata pak Maksum sambil membuka isi lemari yang penuh dengan berbagai jenis buku.
“Ini, buku bagus nak, boleh kau pinjam. Di dalam lemari itu, coba kau buka, disana ada buku yang terkait dengan ZIS, dan boleh kau bawa pulang. Tapi, minggu depan harus dikembalikan”
“asikkk, makasih pak.” Alhamdulillah, heheee...
Dalam pertemuan tersebut, pak maksum (sapaan beliau) menanyakan keadaan, sampai kegiatan keseharian yang kulakukan sekarang (ihh, seperti di wawancarai aja, he). Dalam pertemuan itu pula beliau tak lupa memberikan nasehat, yang inti dari nasehat beliau ialah menyuruhku agar aku menambah ilmu. “tanamkan niat mu nak, untuk menambahkan kembali ilmu yang di dapat, insyAllah Allah akan memudahkanmu” kata beliau
“amin Allahumma Amin, terimakasih pak”
Saat itu, seorang lelaki setengah umur menghampiriku. Beliau adalah bapak Noor Maksum, M.Si. Dekan I di fakultas Syariah IAIN Antasari Banjarmasin. Selain menjadi dosen dan pejabat di fakultas, beliau ialah seorang peneliti. Karya beliau yang terkenal dikalangan peneliti sejarah dan pernah dijadikan rujukan bagi peneliti lain ialah tentang ormas musyawaratuth-thalibin.
Pak maksum, itulah sapaan beliau. Biasanya beliau memanggiku dengan sapaan nak. Suatu hari, saat ku termenung sendiri di teras fakultas syariah, beliaulah yang memberikan inspirasi untuk melanjutkan tugas akhir perkuliahanku.
“ada apa nak?, gimana skripsinya? Tentang apa?” tanya beliau
“begitulah pak, harus yang baru lagi, memang pak majamen risiko itu ialah bagian internal suatu perusahaan, dan setiap perusahaan (apapun peruhasaan itu) pasti tidak mau membeberkan rahasia kerumahtanggannya. Tapi, pak jika perusahaan itu baik, buat apa rahasia itu harus ditutupi. Dan sekarang beralih ke ZIS aja pak” kataku panjang lebar, he..
“ayo, ikut saya ke ruangan” pak maksum menyuruhku sambil melangkah keruangan beliu
Akupun tersenyum lebar mengiringi beliau dari belakang. Dalam hatiku bertanya, apa ada gerangan yang akan terjadi?
“Buku masalah ZIS itu lumayan banyak” kata pak Maksum sambil membuka isi lemari yang penuh dengan berbagai jenis buku.
“Ini, buku bagus nak, boleh kau pinjam. Di dalam lemari itu, coba kau buka, disana ada buku yang terkait dengan ZIS, dan boleh kau bawa pulang. Tapi, minggu depan harus dikembalikan”
“asikkk, makasih pak.” Alhamdulillah, heheee...
Dalam pertemuan tersebut, pak maksum (sapaan beliau) menanyakan keadaan, sampai kegiatan keseharian yang kulakukan sekarang (ihh, seperti di wawancarai aja, he). Dalam pertemuan itu pula beliau tak lupa memberikan nasehat, yang inti dari nasehat beliau ialah menyuruhku agar aku menambah ilmu. “tanamkan niat mu nak, untuk menambahkan kembali ilmu yang di dapat, insyAllah Allah akan memudahkanmu” kata beliau
“amin Allahumma Amin, terimakasih pak”
Kamis, 03 November 2011
Mister Chief ‘Abud
‘yah telat lagi..., ayoo cepat makan kena iwaknya beku’ kata tuan ‘Abud
‘kok bisa pak’ sahutku
‘iya, karena masaknya pake mentega’
‘kok bisa pak’ sahutku
‘iya, karena masaknya pake mentega’
Arti Sebuah Foto
"Satu foto berjuta makna…. "
(Entah siapa)
Apa arti sebuah foto? Menurut seseorang yang saya tak kenal, foto adalah kenangan hidup yang tak pernah mati. Tapi, ada juga yang mengatakan bahwa foto adalah sebuah sejarah hidup. Karena foto merupakan gambar suatu kejadian dimasa silam, yang menjadikan momentum menjadi berharga, mungkin.
Disamping itu, ada juga mengatakan bahwa foto itu menceritakan semua tentang yang ada di dalamnya tanpa harus berkata-kata.
Minggu, 23 Oktober 2011
Goodbye Lari-larian
Kalau bukan banyaknya sumber daya alam minyak dan gas yang dimiliki pulau lari-larian, maka tidak mungkin pulau ini diperebutkan dan menjadi sengkata antara Kalimantan Selatan dengan Sulawesi Barat atas hak kepemilikan pulau tersebut.
Langganan:
Postingan (Atom)


